perbandingan-meizu-m5c-dengan-meizu-m2-005

Meizu M2 adalah kali pertama kami, atau lebih tepatnya saya berkenalan dengan Meizu. Saat itu, di 2015, sempat bingung, Meizu itu brand apa. Maklum, di momen tersebut, gaung Xiaomi sudah mengaum lebih dulu.

Kehadiran Meizu M2 pula yang akhirnya membuat saya memutuskan bikin grup Meizu M2 di Facebook dan sempat bikin portal dengan alamat infomeizu.com, meski akhirnya tutup di usia sangat belia, mengingat setelah Meizu M2, Meizu sempat hening untuk beberapa saat di market Indonesia.

perbandingan-meizu-m5c-dengan-meizu-m2-003

Meizu M2 hadir dengan harga yang begitu nyaman di dompet, tidak bikin puyeng mikirin besok makan apa, masih banyak sisa. Saat pertama kali launching resmi lewat Blibli, dijual dengan harga Rp 1.699.000,-

Ada satu part yang jadi highlight saat pertama kali mboyong Meizu M2 saat itu. Untuk pertama kalinya kita dikenalkan dengan istilah dual sim hibrid. Sesuatu yang akhirnya bertahan hingga saat ini. Kombinasi antara dual sim, dengan micro SD.

Kalau mau pakai dual SIM, berarti tidak bisa pakai microSD. Kalau mau pakai microSD, berarti cuma satu SIM saja yang bisa dipakai.

Waktu berselang, tibalah Meizu M5c. Hadir dengan harga yang juga sama-sama ramah di kantong. Malah lebih murah dibandingkan saat Meizu M2 meluncur di market Indonesia. Meizu M5c dijual dengan Rp. 1.369.000,-

perbandingan-meizu-m5c-dengan-meizu-m2-004
Meizu M5c

Selisih Rp. 300.000,- antara Meizu M5c dan Meizu M2. Harga Meizu M2 saat itu sama dengan harga Meizu M5 sekarang.

Dengan harga Meizu M5c yang begitu memantik hati, apakah ini saatnya untuk move on ?

Kenapa dibandingkan dengan Meizu M2, lain tidak selain karena unsur historis, Meizu M2 hadir dengan plat affordable. Sama halnya dengan Meizu M5c, varian paling terjangkau jika dibandingkan Meizu M5 series.

Sistem Operasi

Ada alasannya kenapa sistem operasi jadi poin pertama. Baik Meizu M2 ataupun Meizu M5c sudah menggunakan Flyme 6. Perbedaannya, Meizu M2, meski Flyme 6, sistem operasi yang digunakannya adalah Android Lollipop. Sementara Meizu M5c sudah Android Marshmallow. Dengan tidak menutup kemungkinan migrasi ke Android Nougat.

Chipset

Meizu M2 menggunakan chipset Mediatek MT6735 Quadcore. Menilik dengan apa yang digunakan Meizu M5c,dia mengandalkan chipset Mediatek MT6737 Quadcore.

Sejatinya tidak ada lompatan yang begitu signifikan dari MT6735 dan MT6737, meski MT6737 menjanjikan peningkatan performa 10-20%, baterai yang lebih efisien hingga 25%, dan peningkatan umur baterai dalam kondisi idle.

Layar

Baik layar Meizu M5c dan Meizu M2 sama-sama punya diagonal 5 inci dengan resolusi HD (720p). Tidak ada yang sesuatu yang baru jika kita menilik komponen layar. Apakah ini satu tanda kita tidak perlu move on, dan bertahan dengan Meizu M2 ?.

Kamera

Kamera belakang Meizu M2 memiliki resolusi 13 Megapixel, sementara kamera depannya 5 Megapixel.

Ini yang menarik. Karena kamera Meizu M5c hanya berbekal resolusi 8 Megapixel di bagian belakang. Dan kamera beresolusi 5 Megapixel di bagian depan.

Sepertinya demi mengejar harga yang sangat affordable. Meizu memilih mengorbankan resolusi kamera belakang, agar harga jual tetap kompetitif.

perbandingan-meizu-m5c-dengan-meizu-m2-003

Dimensi dan baterai

Meizu M5c punya lebar dan tebal yang sama dengan Meizu M2, andaikan ada perbedaan yang signifikan ada di panjang. Meizu M5c lebih panjang dibandingkan Meizu M2. Pun demikian tidak mengganggu sekiranya kamu akan memasukkan M5c ke dalam saku.

Sementara dari sisi baterai, kapasitas baterai Meizu M5c lebih besar. Dia dibekali dengan baterai dengan kapasitas 3000mAh. Sementara Meizu M2 punya kapasitas baterai 2500 mAh.

Beberapa perbedaan lain, antara Meizu M2 dan Meizu M5c terlihat kurang signifikan. Sebut saja material bodi yang sama-sama menggunakan polikarbon, RAM 2GB, storage 16GB, layar full lamination (touchscreen, lapisan pelindung dan LCD menyatu).

perbandingan-meizu-m5c-dengan-meizu-m2-001

Jadi, perlukah kita move on ke Meizu M5c ?

Dengan melihat pertimbangan umur Meizu M2 yang sudah hampir 2 tahun. Penggunaan sistem operasi yang lebih kekinian, meski bukan yang terkini. Kapasitas baterai yang lebih besar, dan tentu saja harga yang terjangkau.

Maka move on ke Meizu M5c bisa jadi pilihan. Atau jika ingin bersabar sejenak, tunggu kehadiran dari Meizu M6 Note yang hadir dengan banyak fitur baru.

Bertahan di Meizu M2 ?

Kenapa tidak, secara spesifikasi tidak begitu jauh berbeda. Dari sisi polesan UI, juga sama-sama sudah menggunakan Flyme 6. Pastikan saja kualitas baterai Meizu M2 kamu tetap prima.

Tapi kalau menurut pendapat pribadi saya, move on it’s a must. Terlepas pindah ke Meizu M5c atau Meizu M6 Note, bebas saja, sesuaikan dengan budget yang ada jangan dipaksakan. Lebih perhatikan fungsi dan kebutuhan, bukan keinginan.

Selamat memilih!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here